Pengalaman Perdana Hiking ke Cisadon, Worth It?
Jakarta - Pengalaman perdana tracking ke Cisadon itu rasanya mashaAllah, banyak kejadian yang tak terlupakan. Berikut ini cerita perjalananku ke sana, mulai dari rute, kondisi hiking, sampai momen-momen dramatis waktu perjalanan.
5 September 2025 menjadi pengalaman perdanaku hiking. Aku berangkat bersama dengan temanku mengambil rute Jalan Raya Bogor-Bukit Pelangi, Sentul, waktu tempuh sekitar 2 jam.
Setelah sampai parkiran kami mulai jalan kaki menuju jalur hiking. Oh ya, untuk biaya tiket masuk Rp5 ribu per orang, tergolong murah untuk melihat view bagus.
Perjalanan Hiking Dimulai
Kesan pertama jalurnya memang landai, tapi jangan ketipu karena dari awal sampai menuju kolam buatan nanjaknya konsisten, hanya saja tidak yang ekstrim. Jadi menurutku, tipe trek yang kelihatannya gampang, tapi lama-lama menguras stamina.
Ada beberapa hal yang aku temui sepanjang perjalanan seperti jalanan berbatu, jalur tepi jurang tapi aman asal fokus, air terjun mini, pemandangan yang indah, hingga orang-orang yang trail running lewat kiri kanan. Selain itu ada motor trail lewat juga.
Sampai Puncak Tujuan
Sekitar jam 12-an aku sampai tujuan yaitu kolam buatan yang menjadi spot berkumpulnya orang-orang istirahat dan foto-foto. Suasananya tenang, nyaman untuk duduk lama sambil bercengkrama sekaligus menikmati pemandangan hijau.
Oh ya, di sana juga menyediakan jasa mengisi daya handphone dan WiFi, berbayar. Ada pula warung bagi Anda yang ingin jajan.
Perjalanan Turun
Setelah itu kita memutuskan untuk turun mengingat saat itu cuaca sudah mendung. Di tengah perjalanan hujan tiba-tiba turun lumayan deras.
Aku dan temanku sempat neduh sebentar, tapi langit makin gelap. Jadi kami melanjutkan turun sambil hujan-hujanan.
Dan ternyata… medan turunnya wow. Kenapa?batu licin, air mengalir sangat cepat. Jujur saat itu aku mulai agak panik.
Karena jalanan berbatu berubah jadi aliran air, aku sempat terpeleset. Batu-batu yang tadinya kelihatan, pun akhirnya sebagian ketutup air, jadi langkah kaki harus super hati-hari.
Bagian paling bikin menegangkan yaitu lewat jalur yang pernah longsor. Pas sampai situ, hujan masih turun deras, air mengalir dari tebing dan tanahnya terasa lebih gembur.
Benar-benar gugup karena medannya sudah tidak stabil. Yang bisa aku lakukan cuma doa dan dzikir sambil terus jalan hati-hati dan menguatkan hati jika Allah selalu bersamaku.
Setelah perjuangan melewati itu semua, akhirnya sampai juga ke parkiran. Meskipun celana kotor sama tanah, kaki pegal, tapi Alhamdulillah hati lega banget. Sekian.
Tips Buat yang Mau Hiking ke Bukit Cisadon
Dari aku yang baru survive hujan deras, ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan:
- Datang mulai lebih pagi.
- Pakai sepatu dengan grip bagus, sandal gunung juga tidak masalah.
- Selalu cek ramalan cuaca dulu.
- Bawa jas hujan/ponco.
- Bawa powerbank dan senter buat jaga-jaga
- Jangan panik.
- Bawa minuman dan makanan kecil-kecilan untuk isi tenaga.
Jadi Worth It atau Tidak?
Ya, worth it. Bukit Cisadon adalah salah satu hiking spot yang paling ramah untuk pemula tapi menantang. Viewnya cantik, udara bersih, jalurnya seru.
Would I go again? Tidak, bagiku cukup sekali saja.



Komentar
Posting Komentar